![]() |
| Sumber: google.com |
Sempat mengalami permasalahan, Bank Negara Indonesia BNI Ambon menegaskan bahwa semua dana nasabah tetap aman.
Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Bisnis Korporasi
BNI, Putrama Wahju Setyawan. Ia mengatakan bahwa yang terjadi di BNI Ambon
tidak akan menyebabkan dana nasabah hilang. Dan menurutnya, ada sejumlah faktor
yang menjadi sebab nasabah tak perlu khawatir dengan BNI.
Dimana layanan perbankan BNI khususnya BNI Ambon akan tetap
berjalan normal. Dan kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga yaitu
dengan adanya jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah
transaksi keluar. Dan terakhir, BNI Ambon akan selalu menjaga ketersediaan uang
tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin
ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang
memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di
BNI," kata dia, yang akrab disapa Iwan itu dalam keterangan tertulisnya,
Sabtu, 19 Oktober 2019.
Adanya permasalahan yang terjadi di BNI Ambon ini,
dikatakannya masih diselidiki pihak kepolisian. Dan berdasarkan penyelidikan
yang dilakukan oleh pihak kepolisian, adanya kinerja BNI Ambon terlihat.
Dimana animo masyarakat untuk menabung dan menggunakan
layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI Ambon cukup tinggi.
Hal ini terlihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga yang dihimpun di seluruh outlet
di bawah koordinasi Kantor Cabang Ambon.
Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di BNI Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY)
dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018.
“DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam
mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” ujarnya.
DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan
dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI Ambon mencatat, di Ambon dan
sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99
persen dan 27,96 persen secara YoY.
Sumber: Viva.co.id


