Minggu, 27 Januari 2019

Mempertahankan Gelar Usai Minions Mengalahkan Senior

Sumber: Google


Pasangan ganda putra unggulan pertama, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo telah berhasil mempertahan gelar Indonesia Masters setelah mengalahkan senior mereka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, di final.

Bertarung di Gedung Istora, Jakarta, Minggu (27/1), Marcus/Kevin mampu mengatasi senior mereka dengan set lansung, 21-17 dan 21-11 hanya dalam tempo 25 menit.

“Sangat baik, ya. Mereka [Ahsan/Hendra] bermain sangat tenang. Jadi, kami tidak boleh kehilangan fokus. Apalagi di set pertama mereka bisa cepat langsung dapat poin. Poin mereka cepet menyusul kami,” ujar Kevin.

Di gim pertama, Marcus/Kevin langsung mengeluarkan tiga angka. Memimpin sejak awal laga, The Minions—julukan Marcus/Kevin—berhasil mencapai jeda dengan mimpin senior mereka dalam skor 11-9.

Setelah jeda itu, Ahsan/Hendra tetap sulit untuk menempel ganda yang dijuluki The Minions tersebut. membuat gim pertama harus berakhir dengan skor akhir 21-17.

“Kami banyak beruntung. Tadi saya dapat berapa kali bola bergulir di net jadi angka kami bisa jadi banyak,” ujar Marcus.

Di gim kedua, dominasi Marcus/Kevin berhasil memimpin laga dengan skor 7-4. Namun, Ahsan/Hendra bangkit berjuang guna menempel lawan mereka. Upaya itu mencapai sukses karena skor berhasil diidentikan menjadi delapan sama.

Persaingan sengit sebelum interval tersaji pada laga ini. Namun, Ahsan/Hendra harus mengakui interval menjadi milik lawan mereka dalam keadaan skor, 10-11.

Setelah jeda, Ahsan/Hendra melakukan beberapa kesalahan , membuat angka bagi Macus/Kevin terus lahir dan melebar. Setelah itu, kian sulit bagi Ahsan/Hendra untuk membendung permainan lawan mereka itu. Hasilnya, pertandingan disudahi dengan skor 21-11.

Hendra menilai, faktor penyebab mereka menerima kekalahan dari Marcus/Kevin terletak pada permain cepat yang diterapkan Minions.

“Kami kalah speed (kecepatan) apalagi di set kedua. Mereka menang angin dan menekan kami dengan cepat jadi kami sudah tidak rapat di defend. Kami banyak bola-bola di bawah sehingga kami diserang terus,” kata Hendra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar