Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 November 2018

Penumpang Lion Air Kini Menurun


Sumber: akurat.co
Semenjak jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang Senin (29/10) lalu, terjadinya penurunan angka load factor atau tingkat keterisian penumpang untuk penerbangan yang berasal dari Bandara Adi Soemarmo, Solo.

Station Manajer Lion Air Bandara Adi Soemarmo, Aditya Yuda mengakui jika semenjak kecelakaan tersebut terjadi penurunan load factor sebesar 10 persen. Hanya saya pihaknya belum bisa memastikan apakah memang hal itu disebabkan karena dampak kecelakaan atau masih kondisi low season.

"Sebelumnya ada 70-80 persen load factor-nya. Dan pasca kecelakaan ini, ada penurunan lagi 10 persen," jelasnya kepada akurat.co, beberapa waktu lalu.

Saat ini, lanjutnya, di Bandara Adi Soemarmo ada tujuh jadwal penerbangan Lion Air setiap harinya. Yakni rute Solo-Jakarta enam kali dan Solo-Denpasar satu kali. Dimana tiap pemberangkatan jumlah kursi yang tersedia ada 215 seat.

"Namun sejauh ini tidak ada penumpang yang cancel karena adanya kecelakaan," ujarnya.

Terpisah, General Manager Angkasa PuraBandara Adi Soemarmo |, Abdullah Usman menyatakan saat ini penerbangan untuk Lion Air cukup lancar. Meski diakui adanya sebuah keterlambatan dan cancel namun hal tersebut masih dirasa wajar.

"Sampai saat ini masih wajar, termasuk untuk pemberangkatan umroh sendiri," ucapnya.


Sumber: akurat.co

Jumat, 02 November 2018

Penyelam Sipil Meninggal Saat Pencarian Lion Air


Sumber: akurat.co
Seorang penyelam sipil bernama Syahrul Anto dikabarkan telah meninggal dunia  pada saat proses pencarian korban dan badan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

Syahrul dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (2/11) malam di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Setelah sebelumnya ia telah dibawa menuju rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri usai pencarian, saat tiba di Dermaga JICT Tanjung Priok.

"Dibawa sekitar pukul 21.30 WIB ke Dermaga JICT pakai kapal Pertamina Victory, karena fasilitas victory kan lengkap. Kemarin daripada makan waktu kita pakai Victory ke JICT. habis itu langsung dibawa ke RSUD Koja," ujar Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo, di Dermaga JICT, Sabtu (3/11).

Bayu menyebut, pihaknya tak mengetahui pasti pukul berapa Syahrul dinyatakan meninggal dunia.

"Dinyatakan meninggalnya pukul berapa tepatnya kita nggak ada data. Terus sekarang dibawa ke rumah duka di Surabaya," kata dia.

Syahrul diketahui merupakan seorang penyelam sipil yang berada di bawah Basarnas saat proses pencarian Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 ini.

Saat ini jenazah Syahrul sudah dibawa pulang ke keluarganya.

"Kita bukan orang yang mengajukan diri, kita di bawah koordinasi ke Basarnas, jadi yang ngurus semuanya ini Basarnas mulai dari dibawa ke RS Koja sampai ke kampung halamannya, dimakamin juga pakai cara basarnas," jelasnya.


Sumber: akurat.co