Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018

Fenomena 'Eddy' Adalah Penyebab Banjir


Sumber: akurat.co
Curah hujan tinggi dan lebat terjadi secara merata hampir diseluruh wilayah provinsi Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrim ini berdampak terhadap terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal sejak Rabu (7/11) kemarin.

Dilaporkan, sedikitnya 13 kecamatan dan puluhan desa terendam oleh. Ribuan warga terdampak, sementara puluhan rumah dan beberapa unit mobil dilaporkan hanyut terbawa arus.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah I Medan menyebutkan, fenomena 'Eddy' adalah faktor penyebab banjir tersebut.

"Dalam beberapa hari ini di perairan barat Sumut terdapat gangguan cuaca berupa daerah pumpunan angin atau kita sebut EDDY, wilayah pantai barat seperti Madina, Tapteng, Tapsel dan lainnya terkena dampak hal itu," kata forecaster on duty Budi Prasetyo, Kamis (8/11).

Budi menyebut, musim penghujan di Sumatera Utara sudah terjadi sejak bulan Oktober lalu. Kondisi ini akan terus berlangsung hingga bulan Desember mendatang.

Musim ini menurut Budi normal terjadi. Fenomena 'Eddy' memperparah curah hujan dan menyebabkan penumpukan angin dan peningkatan debit air hujan.

"Jadi kami prediksi dalam dua sampai tiga hari ini, masih bakalan hujan," katanya


Sumber: akurat.co

Inilah Penyebab Banjir Di Mandailing Natal


Sumber; akurat.co
Warga Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara mengatakan jika pembalakan hutan menjadi penyebab terjadinya Banjir. Banjir telah menghilangkan beberapa rumah warga. Kini, mereka tinggal di rumah kerabat sembari menunggu bala bantuan tiba.

Erisandy salah satu warga mengatakan, jika Banjir yang terjadi sejak Rabu(7/11) kemarin menjadi yang terparah sejak tahun 1970.

Banjir ini menurut keterangan orangtua sejak 1970, ini banjir terbesar dan terparah,” ucapnya, Kamis (8/11) malam.

Soal pemukiman warga di bantaran sungai dan disebut-sebut sebagai penyebab banyaknya korban dari bencana banjir, Erisandy agaknya membantah. Menurut dia, mendirikan rumah di pinggir sungai adalah pilihan yang harus dilakukan warga, mengingat Kecamatan Batang Natal yang berkontur perbukitan.

Menurut dia, penyebab Banjir diduga ditengarai pembalakan liar hutan yang terjadi di perbukitan di kecamatan tersebut. Yaitu aksi penebangan pohon secara liar itu, menurut dia sudah beberapa kali dilaporkan kepada kepolisian dan pemerintah setempat. Sayangnya, sampai hari ini belum terlihat ada tindakan tegas.

“Kami dari kalangan pemuda ingin menyampaikan ini ke Kabupaten, di daerah kita ini ada pembalakan liar, sehingga serapan air di perbukitan kurang dan air langsung ke sungai. Bukan perkebunan, masyarakat, udah beberapa kali di konfirmasi ke polsek dan kecamatan, tapi respon sama sekali belum ada,” bebernya.



Sumber: akurat.co