![]() |
| Sumber: akurat.co |
Curah hujan tinggi dan lebat terjadi secara merata hampir diseluruh
wilayah provinsi Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrim ini
berdampak terhadap terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten
Mandailing Natal sejak Rabu (7/11) kemarin.
Dilaporkan, sedikitnya 13 kecamatan dan puluhan desa terendam
oleh. Ribuan warga terdampak, sementara puluhan rumah dan beberapa unit mobil
dilaporkan hanyut terbawa arus.
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah I
Medan menyebutkan, fenomena 'Eddy' adalah faktor penyebab banjir tersebut.
"Dalam beberapa hari ini di perairan barat Sumut
terdapat gangguan cuaca berupa daerah pumpunan angin atau kita sebut EDDY,
wilayah pantai barat seperti Madina, Tapteng, Tapsel dan lainnya terkena dampak
hal itu," kata forecaster on duty Budi Prasetyo, Kamis (8/11).
Budi menyebut, musim penghujan di Sumatera Utara sudah
terjadi sejak bulan Oktober lalu. Kondisi ini akan terus berlangsung hingga bulan
Desember mendatang.
Musim ini menurut Budi normal terjadi. Fenomena 'Eddy'
memperparah curah hujan dan menyebabkan penumpukan angin dan peningkatan debit
air hujan.
"Jadi kami prediksi dalam dua sampai tiga hari ini,
masih bakalan hujan," katanya
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar