![]() |
| Sumber; akurat.co |
Warga Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal
(Madina), Sumatera Utara mengatakan jika pembalakan hutan menjadi penyebab terjadinya Banjir. Banjir telah menghilangkan beberapa rumah warga. Kini, mereka tinggal
di rumah kerabat sembari menunggu bala bantuan tiba.
Erisandy salah satu warga mengatakan, jika Banjir yang
terjadi sejak Rabu(7/11) kemarin menjadi yang terparah sejak tahun 1970.
“Banjir ini menurut keterangan orangtua sejak 1970, ini
banjir terbesar dan terparah,” ucapnya, Kamis (8/11) malam.
Soal pemukiman warga di bantaran sungai dan disebut-sebut
sebagai penyebab banyaknya korban dari bencana banjir, Erisandy agaknya
membantah. Menurut dia, mendirikan rumah di pinggir sungai adalah pilihan yang harus
dilakukan warga, mengingat Kecamatan Batang Natal yang berkontur perbukitan.
Menurut dia, penyebab Banjir diduga ditengarai pembalakan
liar hutan yang terjadi di perbukitan di kecamatan tersebut. Yaitu aksi
penebangan pohon secara liar itu, menurut dia sudah beberapa kali dilaporkan
kepada kepolisian dan pemerintah setempat. Sayangnya, sampai hari ini belum
terlihat ada tindakan tegas.
“Kami dari kalangan pemuda ingin menyampaikan ini ke
Kabupaten, di daerah kita ini ada pembalakan liar, sehingga serapan air di
perbukitan kurang dan air langsung ke sungai. Bukan perkebunan, masyarakat,
udah beberapa kali di konfirmasi ke polsek dan kecamatan, tapi respon sama
sekali belum ada,” bebernya.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar