Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Orangtua Pembuang Bayi di Kembangan Dalam Masa Pemeriksaan

Sumber: google.com
Bayi dibuang oleh orangtuanya di Jalan Intercon Rt 04 Rw 05, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu(23/6/2019) saat ini masih dalam perawatan RSUD Kembangan.

Sebab, kata Kanit Polsek Kembangan AKP Mubarak, bayi 1,5 tahun tersebut seperti kurangan gizi sehat. Sehingga pihaknya harus membawa ke RSUD.

"Sedang ditangani oleh pihak rumah sakit anak itu," ujar dia kepada AKURAT.CO, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, orangtuanya sudah diketahui dan tengah dilakukan pemeriksaan oleh anggotanya agar mengetahui alasan si orang tuanya membuang sang anak. Namun, ia belum bisa membeberkan identitas mengenai kedua orangtua anak tersebut.

"Semalam sudah kita klarifikasi orangtuanya. Tapi kita masih dalami," pungkas dia.

Sebelumnya diketahui warga Jalan Intercon Rt 04 Rw 05, Kembangan, Jakarta Barat digegerkan dengan penemuan bayi yang masih berusia 1,5 tahun dipinggir jalan. Bayi itu di bawa oleh anggota Polsek Kembangan langsung menuju ke RSUD Kembangan untuk mendapatkan perawatan medis.




Sumber: akurat.co

Kamis, 08 November 2018

Pengendara Putar Balik Karena Operasi Zebra


Sumber: akurat.co
Sekitar ratusan pengendara yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/11) ditilang oleh Satuan Lalulintas Polres Metro Bekasi.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pengendara banyak yang berputar arah dan melawan arus. Hal itu dilakukan untuk menghindari Operasi Zebra.

Dalam operasi di hari ke sepuluh, petugas sempat menindak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lantaran melawan arus.

"Kita tidak ada tebang pilih, aparat-aparat lain, ini kan momentnya Operasi Zebra jadi kita tegakan betul aturan yang berlaku," kata Kanit Lantas Polres Metro Bekasi, Iptu Suripno.

Lebih detail, Ia menjelaskan, adanya penindakan berupa tilang itu dilakukan terhadap 455 pengendara. Diantaranya, 297 pengendara yang tidak membawa STNK, 151 tidak memiliki SIM.

Diketahui Operasi Zebra Jaya 2018 akan berlangsung dari 30 Oktober sampai 12 November.


Sumber: akurat.co

Selasa, 06 November 2018

Perwira Polisi Pengedar Narkoba Ditembak Mati


Sumber: akurat.co
Seorang perwira polisi yang termasuk dalam daftar jaringan kasus narkoba sudah ditembak mati oleh satuan anti-narkoba Filipina. Polisi berpangkat kolonel tersebut tewas dalam sebuah baku tembak.

Pelaku diketahu bernama Santiago Rapiz merupakan polisi yang berdinas di kota Dipolog, selatan Filipina. Pejabat kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku termasuk di antara 6.000 orang yang diburu oleh pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Perbuatan Rapiz ketahuan setelah ia menjual narkoba jenis methamphetamine seharga 50.000 peso (Rp 14 juta) kepada polisi yang menyamar di Dipolog. Transaksi dilakukan pada Senin malam lalu.

"Ada pengejaran singkat tetapi ketika dia terpojok, dia menembaki agen kami," kata Romeo Caramat selaku kepala satgas anti narkoba bidang intelijen.

Rapiz dituduh sudah melindungi gembong narkoba besar dan ikut terlibat dalam perdagangan narkotika.

Sejak terpilih sebagai presiden di tahun 2016, Duterte secara serius akan memberantas narkoba. Hampir 5.000 orang tewas dalam operasi anti-narkoba polisi sejak Juli 2016.

Kebijakan Duterte dikecam oleh kelompok hak asasi manusia yang menyebut bahwa Duterte membunuh warganya sendiri secara sistematis. Kepolisian membantah hal tersebut dan menyebut bahwa yang ditahan dan tewas adalah mereka yang merupakan pengedar atau gembong narkoba.


Sumber: akurat.co

Seseorang Tewas, Lima Pelaku Pengeroyokan Ditangkap


Sumber: akurat.co
Persatuan Reskrim Polrestabes Medan telah  meringkus lima orang pelaku pengeroyokan yang sudah mengakibatkan salah seorang bernama Suparno (36) tewas, di Jalan Luku V, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena mengalami luka parah pada bagian kepala setelah dikeroyok oleh sejumlah pelaku.

Kelima pelaku yang ditangkap itu, yang memiliki inisial NP, EFT, NMS, BAZ dan RM.

"Selain merenggut satu nyawa, aksi pengeroyokan tersebut juga mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka bernama Lasiman (55) yang kini masih mendapat perawatan medis," ujar Kombes Dadang dalam paparannya di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/11).

Pria itu mengatakan, penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban, akibat pengaruh narkoba.

"Kelima pelaku nekad menghabisi nyawa korban, karena masalah narkoba. Suparno merupakan korban salah sasaran," ujarnya.

Dadang menjelaskan, saat kejadian, pelaku ingin membeli narkoba kepada salah seorang berinisial D. Namun, karena D sudah tidak lagi menjadi penjualnya, dan langsung dilempari sepatu.

Kemudian, pelaku memanggil kawan-kawannya dan membabi-buta menganiaya korban.

"Petugas mengamankan para pelaku dan dilaksanakan tes urine, serta hasilnya kelima orang itu, positif pemakai narkoba," ucap Kapolrestabes Medan itu.



Sumber: akurat.co