![]() |
| Sumber: akurat.co |
Seorang perwira polisi yang termasuk dalam daftar jaringan
kasus narkoba sudah ditembak mati oleh
satuan anti-narkoba Filipina. Polisi berpangkat kolonel tersebut tewas dalam
sebuah baku tembak.
Pelaku diketahu bernama Santiago Rapiz merupakan polisi yang
berdinas di kota Dipolog, selatan Filipina. Pejabat kepolisian mengungkapkan
bahwa pelaku termasuk di antara 6.000 orang yang diburu oleh pemerintah dalam
pemberantasan narkoba.
Perbuatan Rapiz ketahuan setelah ia menjual narkoba jenis
methamphetamine seharga 50.000 peso (Rp 14 juta) kepada polisi yang menyamar di
Dipolog. Transaksi dilakukan pada Senin malam lalu.
"Ada pengejaran singkat tetapi ketika dia terpojok, dia
menembaki agen kami," kata Romeo Caramat selaku kepala satgas anti narkoba
bidang intelijen.
Rapiz dituduh sudah melindungi gembong narkoba besar dan ikut
terlibat dalam perdagangan narkotika.
Sejak terpilih sebagai presiden di tahun 2016, Duterte secara
serius akan memberantas narkoba. Hampir 5.000 orang tewas dalam operasi
anti-narkoba polisi sejak Juli 2016.
Kebijakan Duterte dikecam oleh kelompok hak asasi manusia
yang menyebut bahwa Duterte membunuh warganya sendiri secara sistematis.
Kepolisian membantah hal tersebut dan menyebut bahwa yang ditahan dan tewas
adalah mereka yang merupakan pengedar atau gembong narkoba.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar