Tampilkan postingan dengan label Reza Priyambada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reza Priyambada. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2018

USD Melemah, Kesempatan Untuk Rupiah


Sumber: akurat.co
Membaiknya beberapa data ekonomi dimana kali ini dari perkiraan membaiknya cadangan devisa yang memberikan sentimen positif pada pergerakan Rupiah. Tidak hanya itu, ada pun imbasnya dari pembatasan impor dan mulai diberlakukannya transaksi Non-Deliverable Forward dimana para pelaku usaha dapat melakukan transaksi forward dengan mekanisme fixing (tanpa pemindahan dana pokok) yang dilakukan di pasar domestik turut membantu terapresiasinya Rupiah.

Di sisi lain, kenaikan tersebut juga disebabkan oleh menurunnya laju USD jelang pemilu pertengahan AS. Ada pun harapan sekaligus perkiraan Partai Demokrat akan memenangi pemilu tersebut membuat permintaan atas aset safe have yang diantaranya USD berkurang sehingga berimbas pada pelemahan USD.

Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan dan peluang pada Rupiah untuk dapat bergerak positif.

" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.610-14.562," ujar Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11).

Pergerakan Rupiah yang kembali melanjutkan kenaikan diharapkan masih dapat bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri yang juga diikuti oleh meredanya permintaan akan USD, seiring dengan hasil pemilu pertengahan AS dimana Partai Demokrat kini mulai menguasai DPR dan Partai Republik menguasai Senat. Dengan kondisi tersebut pergerakan Rupiah seharusnya kembali berpulang tinggi dan berkesempatan untuk menguat dengan memanfaatkan pelemahan USD.

" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.


Sumber: akurat.co

Senin, 05 November 2018

Melemahnya USD, Rupiah Melaju


Sumber: akurat.co
Meski sudah dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap di atas rata-rata ekspektasi namun, tidak cukup kuat untuk mengangkat Rupiah. Bahkan berbalik melemahnya laju USD setelah penguatan selama beberapa hari sebelumnya juga tidak dapat respon positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB kuartal III-2018 naik 5,17%, di atas ekspektasi sejumlah pengamat yang memperkirakan di angka 5,14%. Pertumbuhan ekonomi itu dinilai tertinggi secara tahunan sejak 2014 atau di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Konsumsi pemerintah pada masa kuartal III-2018 cukup memberikan kontribusi terlihat bagi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut yang tumbuh 5,17%. Meski dinilai di atas ekspektasi namun, angka tersebut jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27%.

Oleh karena itu, pelaku pasar memanfaatkan penguatan Rupiahsebelumnya untuk kembali melemah.

" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.983-14.969," sebut Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11).

Pelemahan Rupiah juga diikuti dengan pelemahan USD yang mengakhiri reli penguatan sebelumnya. Laju USD melemah seiring dengan aksi lepas USD oleh investor mennuju adanya pemilu tengah semester (midterm election) AS. Dengan kondisi tersebut pergerakan Rupiah seharusnya masih ada kesempatan untuk menguat dengan memanfaatkan pelemahan USD.

" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.


Sumber: akurat.co