Senin, 05 November 2018

Melemahnya USD, Rupiah Melaju


Sumber: akurat.co
Meski sudah dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap di atas rata-rata ekspektasi namun, tidak cukup kuat untuk mengangkat Rupiah. Bahkan berbalik melemahnya laju USD setelah penguatan selama beberapa hari sebelumnya juga tidak dapat respon positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB kuartal III-2018 naik 5,17%, di atas ekspektasi sejumlah pengamat yang memperkirakan di angka 5,14%. Pertumbuhan ekonomi itu dinilai tertinggi secara tahunan sejak 2014 atau di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Konsumsi pemerintah pada masa kuartal III-2018 cukup memberikan kontribusi terlihat bagi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut yang tumbuh 5,17%. Meski dinilai di atas ekspektasi namun, angka tersebut jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27%.

Oleh karena itu, pelaku pasar memanfaatkan penguatan Rupiahsebelumnya untuk kembali melemah.

" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.983-14.969," sebut Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11).

Pelemahan Rupiah juga diikuti dengan pelemahan USD yang mengakhiri reli penguatan sebelumnya. Laju USD melemah seiring dengan aksi lepas USD oleh investor mennuju adanya pemilu tengah semester (midterm election) AS. Dengan kondisi tersebut pergerakan Rupiah seharusnya masih ada kesempatan untuk menguat dengan memanfaatkan pelemahan USD.

" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.


Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar