![]() |
| Sumber: akurat.co |
Membaiknya beberapa data ekonomi dimana kali ini dari
perkiraan membaiknya cadangan devisa yang memberikan sentimen positif pada
pergerakan Rupiah. Tidak hanya itu, ada pun imbasnya dari pembatasan impor dan
mulai diberlakukannya transaksi Non-Deliverable Forward dimana para pelaku
usaha dapat melakukan transaksi forward dengan mekanisme fixing (tanpa
pemindahan dana pokok) yang dilakukan di pasar domestik turut membantu
terapresiasinya Rupiah.
Di sisi lain, kenaikan tersebut juga disebabkan oleh
menurunnya laju USD jelang pemilu pertengahan AS. Ada pun harapan sekaligus
perkiraan Partai Demokrat akan memenangi pemilu tersebut membuat permintaan
atas aset safe have yang diantaranya USD berkurang sehingga berimbas pada
pelemahan USD.
Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan dan peluang pada
Rupiah untuk dapat bergerak positif.
" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran
14.610-14.562," ujar Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di
Jakarta, Kamis (8/11).
Pergerakan Rupiah yang kembali melanjutkan kenaikan
diharapkan masih dapat bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif
dari dalam negeri yang juga diikuti oleh meredanya permintaan akan USD, seiring
dengan hasil pemilu pertengahan AS dimana Partai Demokrat kini mulai menguasai
DPR dan Partai Republik menguasai Senat. Dengan kondisi tersebut pergerakan
Rupiah seharusnya kembali berpulang tinggi dan berkesempatan untuk menguat
dengan memanfaatkan pelemahan USD.
" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang
dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar