Minggu, 04 November 2018

Pasar Utama Ekspor Menjadi Di Slandia Baru


Sumber: akurat.co
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengekspor tepung kelapa ke Selandia Baru pada akhir bulan Oktober 2018.

"Selandia Baru sudah menjadi pasar utama penjualan produk turunan kelapa tersebut, karena hampir setiap bulan terjadi transaksi," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Darwin Muksin di Manado, Minggu(4/11).

Darwin menyatakan kali ini pengekspor telah mengirim tepung kelapa ke Selandia Baru sebanyak 12,7 ton dan mampu menghasilkan devisa yang banyak bagi negara sebesar 23.596 dolar Amerika Serikat.

Dia mengatakan pengekspor asal Sulut harus memanfaatkan kesempatan seperti ini, karena pasar Selandia Baru sangat membutuhkan tepung kelapa tersebut.

Dirinya menjelaskan tepung kelapa menjadi salah satu bahan makanan bagi masyarakat Selandia Baru maupun di industri makanan.

Darwin mengatakan kualitas produk harus tetap di pertahankan, jangan sampai mengecewakan buyers atau pembeli.

Karena, menurut Darwin, pasar internasional amat sangat teliti akan suatu kualitas produk apalagi bahan makanan.

Selain itu, katanya, kuantitas dan waktu pengiriman harus sesuai dengan isi kontrak.

Pemerintah, katanya, akan terus memfasilitasi dan mencari pasar baru bagi pengekspor di Sulut.

"Belum lama ini, semua produk ekspor Sulut dipamerkan dalam TEI 2018, dan mendapatkan sambutan hangat dari 'buyers'," katanya.



Sumber: akurat.co

Kebakaran Di Boyolali Menghabiskan Enam Rumah


Sumber: akurat.co
Sekiranya sebanyak enam rumah milik warga Dukuh Bendungan, Desa Gunungsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ludes terbakar pada hari  Minggu (4/11). Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Seorang warga Dukuh Bendungan, Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosegoro, Parli (40), di Boyolali, Minggu (4/11),mengatakan sekiranya sebanyak enam rumah itu milik sejumlah warga setempat, yakni Jiman (45), Suradi (65), Suraji (45), dan Parmo (35). Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.45 WIB.

Dirinya mengaku melihat api dengan sangat cepat merembat keenam rumah milik korban yang masih tetangganya itu. Rumah dan seisinya yang terbakar tersebut, terbuat dari anyaman bambu dan kayu.

Sebanyak dua mobil pemadam kebakaran dengan para petugas tiba di lokasi, sayangnya sesampainya di lokasi rumah-rumah itu  sudah ludes dilalap api.

Komandan Koramil Wonosegoro Kodim Boyolali Lettu Inf Dalhar Mudakir mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika Suradi yang juga salah satu pemilik rumah yang terbakar itu membakar sampah dekat dengan kandang kambing miliknya.

Kemungkinan korban tidak menyangka kalau apinya akan merembet ke tempat lain, ketika dia meninggalkan tempat itu setelah membakar sampah. Kemudian dia pergi ke ladang.

Sekitar pukul 09.00 WIB, api sudah membesar dan membakar dinding rumah-rumah warga lainnya.

Warga setempat berupaya memadamkan api, akan tetapi karena keterbatasannya air yang ada di desa itu, membuat api tidak bisa dengan cepat dikuasai.
Kemudian para petugas segera memadamkan sisa-sisa bara api.

"Namun, dalam peristiwa kebakaran itu, tidak sampai menelan korban jiwa, dan hanya kerugian materiil sebanyak enam unit rumah dan dua ekor kambing. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp850 juta," kata Dalhar.



Sumber: akurat.co

Sabtu, 03 November 2018

KPAI: Jangan Mudah Percaya, Tetap Waspada


Sumber: akurat.co
Akhir-akhir ini sering sekali bermunculan berita-berita hoax di sosial media tentang penculikan anak. Dan hal tersebut sudah banyak membuat resah para orangtua. Sebab, rasa ketakutan pasti muncul karena ketidakleluasan anak dalam menjalankan aktivitas.

Menanggapai hal tersebut, KPAI melakukan kerjasama dengan Polri dan kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melakukan konferensi pers, untuk mengkonfirmasi agar masyarakat tidak resah menanggapi masalah penculikan yang hoax itu.

"KPAI melakukan konferensi pers bersama Polri dan Kemkominfo. Tiga lembaga ini mengklarifikasi bahwa berita penculikan banyak nyang hoax. Ini agar masyarakat tidak resah," ucap Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan saat di hubungi AkuratHealth. Penyebar hoax akan terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal 1 miliar rupiah.

KPAI menyarankan kepada seluruh elemen masyarakat, terutama orangtua, agar tidak mudah percaya pada berita palsu yang disebar di sosial media dan melihat terlebih dahulu sumber berita.

"Jangan cepat percaya kalau menerima berita penculikan anak. Pastikan benar apa tidak, dan lihat siapa yang memberitakan berita tersebut. Kalau dari 3 Lembaga pemerintah seperti Polri, Kemkominfo ataupun KPAI baru bisa dipercaya," paparnya.

Karena, penyebar berita hoax bisa dikenai Undang-Undang ITE. Penyebar berita hoax terancam pasal 28 ayat 1 Undang-Undang ITE yang berbunyi, 'Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamanya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal 1 miliar," sambungnya.

"Jadi Stop di kalian. Jangan ada lagi berita hoax. Nantinya kan bisa masuk ke jalur hukum dan bisa dipenjara, apa lagi kalau berita hoax tenang anak-anak bisa ditambah 2 tahun menjadi 8 tahun," pungkasnya.


Sumber: akurat.co

Jumat, 02 November 2018

Aliando Cemburu Dengan Teuku Rassya Saat Syuting


Sumber: akurat.co
Aliando Syarif dan Aurora Ribero menjadi pemeran utama dalam sebuah film drama remaja yang berjudul Asal Kau Bahagia. Film yang menceritakan tentang kisah cinta tiga remaja itu disutradarai oleh Rako Prijanto yang sebelumnya telah berhasil menayangkan film Teman Tapi Menikah.

Perankan karakter sebagai sepasang kekasih, tentu Aliando dan Aurora harus melakukan cinta lokasi (cinlok) ketika berada dalam lokasi syuting. Hal itu dilakukan kata Aliando, semata-mata untuk mendalami kakter yang peranakannya.

Aliando Syarif itu mengaku dirinya sempat cemburu ketika melihat orang yang dicintainya dekat dengan laki-laki lain dalam hal ini Teuku Rassya yang juga bermain di film itu.

 “Jujur harus yah cinlok. Kalau enggak ya enggak dapat dong chemistry nya. Mau enggak mau harus cinlok. Sempat sakit hati sama Rassya (Teuku Rassya),” ujar Aliando di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11).

"Iya harus (cinlok)," tambah Aurora.

Tidak hanya itu, Aurora juga mengatakan bahwa Aliando sangatlah profesional ketika melakukan peran sebagai sepasang kekasih dalam film yang dibintanginya itu.

“Syuting sama Ali dia di projek ini total banget dan dia pakai hati juga. Kita juga pakai hati semua,” tukas Aurora.



Sumber: akurat.co

Inilah Potret George Taka Di Film Terakhirnya


Sumber: akurat.co

Aktor laga George Taka kemarin pada hari Jumat (2/11)dikabarkan meninggal dunia. Pria dengan nama lengkap George Mustafa Taka tersebut diduga terkena serangan jantung pada saat jalan-jalan dan santap soto kegemarannya bersama keluarga tercinta.

George yang sering terlibat dalam beberapa serial laga yang sangat legendaris seperti Misteri Gunung Merapi, Karmapala dan Prahara Prabu Siliwangi tersebut memang punya riwayat penyakit jantung sebelumnya. beliau disebut pernah melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya.

Beberapa bulan sebelum tutup usia, tepatnya pada Desember 2017, George diketahui ikut andil dalam penggarapan film berjudul Stadhuis Schandal. Di film itu, ia berperan sebagai tokoh legendaris, Jan Pieterszoon Coen.

Begini lah aksinya? Berikut 5 potret yang di lansir dari akun Facebook George Taka.


1. Aksinya sebagai Gubernur Jenderal Batavia, Jan Peiterszoon Coen


2. Scene di depan tiang hukuman gantung

3. Gayanya saat memegang senapan

4. Akting George memang sudah tak diragukan lagi kualitasnya

5. Wajah bulenya memang cocok memerankan karakter Jan Peiterszoon Coen ya?

Penggemar film laga pasti akan merindukan aksi George Taka. Selamat jalan George, terima kasih atas karya-karyamu.


Sumber: akurat.co

Penyelam Sipil Meninggal Saat Pencarian Lion Air


Sumber: akurat.co
Seorang penyelam sipil bernama Syahrul Anto dikabarkan telah meninggal dunia  pada saat proses pencarian korban dan badan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

Syahrul dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (2/11) malam di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Setelah sebelumnya ia telah dibawa menuju rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri usai pencarian, saat tiba di Dermaga JICT Tanjung Priok.

"Dibawa sekitar pukul 21.30 WIB ke Dermaga JICT pakai kapal Pertamina Victory, karena fasilitas victory kan lengkap. Kemarin daripada makan waktu kita pakai Victory ke JICT. habis itu langsung dibawa ke RSUD Koja," ujar Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo, di Dermaga JICT, Sabtu (3/11).

Bayu menyebut, pihaknya tak mengetahui pasti pukul berapa Syahrul dinyatakan meninggal dunia.

"Dinyatakan meninggalnya pukul berapa tepatnya kita nggak ada data. Terus sekarang dibawa ke rumah duka di Surabaya," kata dia.

Syahrul diketahui merupakan seorang penyelam sipil yang berada di bawah Basarnas saat proses pencarian Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 ini.

Saat ini jenazah Syahrul sudah dibawa pulang ke keluarganya.

"Kita bukan orang yang mengajukan diri, kita di bawah koordinasi ke Basarnas, jadi yang ngurus semuanya ini Basarnas mulai dari dibawa ke RS Koja sampai ke kampung halamannya, dimakamin juga pakai cara basarnas," jelasnya.


Sumber: akurat.co

Satu Warga Lampung Terbawa Arus Sungai


Sumber: akurat.co
Satu orang warga Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung bernama Aliyurja dikabarkan telah menghilang karena terbawa arus Sungai Way Krui pada hari Jumat (2/11) sore.

Humas Kantor SAR Lampung Deni Kurniawan menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada saat banjir bandang di Desa Banjar Agung.

Korban bersama rekannya saat itu sedang menyeberangi Sungai Way Krui.

"Saat menyeberang kemudian tiba-tiba datang banjir bandang sehingga mereka terbawa arus. Rekan korban selamat, sedangkan korban sendiri hilang belum ditemukan," katanya di Lampung, Sabtu (3/11).

Deni menambahkan, pihaknya mendapatkan kabar tersebut dari Kepala Pekon (Desa) Banjar Agung.

Kepala Pekon mengabarkan melalui Pos SAR KabupatenTanggamus--lebih dekat ke Tanggamus, sekira pukul 20.50 WIB.

"Korban hingga saat ini masih dalam pencarian oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat dan Tim SAR serta pihak keluarga korban," tutupnya.


Sumber: akurat.co