![]() |
| Sumber: akurat.co |
Provinsi
Sulawesi Utara (Sulut) telah mengekspor tepung kelapa ke Selandia Baru pada
akhir bulan Oktober 2018.
"Selandia
Baru sudah menjadi pasar utama penjualan produk turunan kelapa tersebut, karena
hampir setiap bulan terjadi transaksi," kata Kepala Bidang Perdagangan
Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Darwin Muksin di
Manado, Minggu(4/11).
Darwin
menyatakan kali ini pengekspor telah mengirim tepung kelapa ke Selandia Baru
sebanyak 12,7 ton dan mampu menghasilkan devisa yang banyak bagi negara sebesar
23.596 dolar Amerika Serikat.
Dia
mengatakan pengekspor asal Sulut harus memanfaatkan kesempatan seperti ini,
karena pasar Selandia Baru sangat membutuhkan tepung kelapa tersebut.
Dirinya
menjelaskan tepung kelapa menjadi salah satu bahan makanan bagi masyarakat
Selandia Baru maupun di industri makanan.
Darwin
mengatakan kualitas produk harus tetap di pertahankan, jangan sampai
mengecewakan buyers atau pembeli.
Karena,
menurut Darwin, pasar internasional amat sangat teliti akan suatu kualitas
produk apalagi bahan makanan.
Selain itu,
katanya, kuantitas dan waktu pengiriman harus sesuai dengan isi kontrak.
Pemerintah,
katanya, akan terus memfasilitasi dan mencari pasar baru bagi pengekspor di
Sulut.
"Belum
lama ini, semua produk ekspor Sulut dipamerkan dalam TEI 2018, dan mendapatkan
sambutan hangat dari 'buyers'," katanya.
Sumber:
akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar