![]() |
| Sumber: akurat.co |
Lebih dari setengah abad yang lalu, astronom Polandia, Kazimierz
Kordylewski, menemukan sesuatu yang berbentuk satelit Bumi yang menyerupai
Bulan. Satelit tersebut merupakan kumpulan kabut yang berkumpul dan memiliki
pantulan cahaya serupa Bulan. Sayang, kabut tersebut tidak terlalu jelas dan
bentuknya pun belum bisa divisualkan.
Kini, dua ilmuan asal Hongaria, Gabor Horvath dan Judit
Sliz-Balogh, mempertegas temuan Kordylewski. Ternyata, bukan hanya satu. Ada
dua kumpulan kabut yang memiliki bentuk seperti Bulan.
Karena bentuknya seperti asap, mereka menamai kedua Bulan itu
‘Ghost Moon’ alias ‘Bulan Hantu’. Bulan Hantu pertama, apabila dilihat dari
Bumi, mengorbit di samping Bulan. Sementara yang satunya lagi, berada di
belakang Bulan.
Selain disebut Bulan Hantu, banyak pula kalangan ilmuan yang
menyebut satelit itu dengan sebutan ‘Awan Kordylewski’. Namun, selama ini, nama
tersebut kurang dikenal karena tidak ada yang menlanjutkan penelitian dari
Kordylewski.
Baru tahun ini, dengan teknologi yang lebih canggih, Gabor
Horvath dan Judit Sliz-Balogh sudah mempelajari dengan seksama keberadaan
pseudo-satellite itu. Dua ilmuan tersebut mendapat dukungan fasiltas yang
memadai dari Eotvos Lorand University, Hongaria.
Bulan Hantu mengorbit Bumi dengan jarak sama dengan Bulan'sebenarnya'. Mereka berada pada jarak sekitar 250.000 mil atau 402.336 km.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar