Minggu, 04 November 2018

Inilah Cara mengidentifikasi Jenazah Korban


Sumber: akurat.co

Proses mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 berjalan relatif lancar.

Identifikasi korban ini ditangani oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses identifikasi tersebut melalui berbagai macam tahapan. Salah satunya mengumpulkan data antemortem yang didapatkan dari keluarga korban.

"Berupa sidik jari, data gigi, data dna data medis, sama data properti barang-barang kepemilikan," jelas Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes drg. Lisda Cancer saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Polri, Minggu, (4/11).

Antemortem sendiri merupakan pengumpulan riwayat dan data jenazah korban kecelakaan atau bencana sebelum meninggal dunia.

Kegunaan data Antemortem tersebut untuk mendapatkan hasil yang akurat, setelah dilakukan pencocokan dengan hasil identifikasi setelah meninggal.

"Setelah ada antemortem, terus disesuaikan dengan postmortem yang sudah dilakukan," katanya

"Kita periksa data para korban dari sidik jarinya, data DNA-nya, data giginya, data medisnya, data-data kepemilikan yang dia pakai pada saat kejadian, setelah itu dicocokin kalau data antamortem cocok dengan data postmortem nanti akan sesuai dan terindentifikasi jenazahnya," tambahnya.

Lisda mengatakan proses identifikasi korban sebenarnya mudah untuk diketahui hanya dengan sidik jari. Namun korban yang ditemukan keadaannya tidak maka itu menjadi sulit.

"Kalau korban yang ditemukan ada tangannya langsung bisa ketahuan siapa korbannya. Tapi kan ini ada banyak yang tidak utuh, oleh sebab itu pencocokan dna menjadi yang paling krusial untuk identifikasi," tukasnya.

Data DNA yang dilakukan dalam uji forensik identifikasi korban adalah berupa darah, air liur, jaringan lunak, tulang, sel kulit mati, akar rambut dan sperma pada korban.



Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar