![]() |
| Sumber: akurat.co |
Permasalahan
terhadap kulit, terutama wajah, sangat umum terjadi pada banyak orang.
Penyebabnya juga sangat banyak, salah satunya akibat produk skincare.
Entah beruntusan,
tumbuh jerawat terlalu banyak , kemerahan, pengelupasan kulit, dan sebagainya.
Jika sudah terjadi seperti ini, tak sedikit yang beralih pada produk bayi.
Apakah cara
penanganan ini sudah tepat?
"Kita
tahu bersama bahwa produk bayi itu mild. Sehingga ketika mereka memiliki
kelainan kulit apapun atau sedang bermasalah, menggunakan produk bayi, salah
satunya sabun. Sayangnya, ini tidak tepat," kata Dr. Srie Prihianti,
Sp.KK, PhD, FINSDV, FAADV, yang AkuratHealth temui di JW Marriott, Jakarta,
Senin, (5/11).
Dokter yang
aktif sebagai Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) itu juga
mengatakan, sabun bayi yang pembersihnya sangat lembut tersebut dibuat sesuai
kebutuhan kulit bayi.
Sehingga,
jika digunakan untuk kulit orang dewasa yang produksi kelenjar minyaknya sudah
lebih banyak, aktifitas sudah padat, daya pembersih dari sabun bayi itu tidak
akan maksimal dan tidak akan bekerja dengan baik.
"Jangankan
bayi ke dewasa, perawatan bayi dan anak-anak yang sudah lebih besar aja
berbeda. Anak sudah sekolah, kena kotoran, polusi, jadi dia butuh produk yang
lebih bisa membersihkan dirinya," tambahnya.
Jadi tujuannya
untuk membersihkan kulit, dan untuk memperbaiki keadaan kulit dengan
menggunakan produk bayi, khususnya sabun, tidak akan bisa terpenuhi ya guys!.
Saran dari
dokter Srie, kalau ada masalah dengan kulitmu, jangan lah pakai sabun yang
mengandung antiseptik.
Sabun antiseptik
dapat mengangkat struktur lipid. Kalau bagian ini terangkat, malah bisa menjadi
masalah baru. Sabun dengan antiseptik hanya digunakan dalam kondisi tertentu,
misalnya ada infeksi.
Sumber:
akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar