![]() |
| Sumber: akurat.co |
Di Indonesia sudah tercatat sekitar 21 juta orang masuk dalam
kategori low drinkers atau kurangnya minum air. Padahal, kondisi tersebut akan
mengarah pada dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh yang bisa saja menyebabkan
beberapa penyakit yang berisiko kematian.
Terutama ibu hamil, sangat di anjurkan meminum cairan lebih
banyak sekitar yaitu 2,5 liter per hari untuk dikonsumsi. Ini berguna untuk
mencukupkan produksi air ketuban yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi.
“Jika produksi air ketuban pada ibu hamil berkurang, ini
dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Ini bisa mengakibatkan janin berukuran
kecil dan pada alat geraknya bisa terjadi kelainan anatomi, kelainan bentuk dan
lain sebagainya,” ucap Prof. Dr. dr.
Budi Wiweko, SpOG(K).,MPH, pada acara 'Pentingnya Hidrasi Sehat Sebagai
Investasi Kesehatan di Masa Depan', di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu,
(7/11).
Bahkan, risiko terburuk dari kurangnya produksi air ketuban
ialah, kematian bayi sejak masih berada di dalam rahim. Kurangnya asupan air
juga dapat berpengaruh pada pertumbuhan otak bayi di peridoe emas atau 1.000
hari pertamanya.
“Saat masih dalam masa 270 hari pertama, dimana bayi masih
berada di dalam rahim, komponen nutrisi menjadi sangat penting, dan salah satu
nutrisi penting itu adalah air yang menjadi makro nutrisi. Nah, jika asupan air
kurang, tentu ini sangat berpengaruh, bahkan jika masih dalam masa awal
kehamilan, janin bisa meninggal di dalam,” lanjutnya.
Jadi, jika ibu hamil terhidrasi dengan baik, akan
meningkatkan kualitas air ketuban yang diproduksi dalam rahim. Air ketuban yang
baik juga akan meningkatkan kualitas janin yang dikandung. Untuk itu, pastikan
untuk mengkonsumsi air sebanyak 2,5 liter atau lebih per hari demi menjaga
kesehatan bayi didalam kandungan bunda ya!
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar